JARINGAN INTERLOKAL

Fasilitas suatu jaringan interlokal direncanakan untuk memenuhi kebutuhan sirkit interlokal. Perkiraan kebutuhan sirkit interlokal antara 2 sentral ditentukan atas dasar pengumpulan dan analisa dari data lalu lintas sehari-hari. Seperti pada operasi secara nasional akan menjelaskan kesibukan distribusi lalu lintas. Memang benar lalu lintas tidak sama dibagi-bagikan. Pada tiap daerah ada sebuah pusat kota dan beberapa kota satelit yang berhubungan dekat dengan pusat kota, secara politis, ekonomis, dan geografis. Selanjutnya group-group tersebut membentuk blok dan akhirnya terdapatlah pusat kota alam blok tersebut. Jaringan telepon interlokal merupakan fasilitas saluran interlokal yang harus dibentuk memenuhi sifat kebutuhan lalu lintas, guna menghubungkan semua kota dalam suatu Negara dengan sirkit-sirkit yang penting dan mencukupi. Pada umumnya sebuah jaringan atau saluran interlokal itu panjang dan banyak peredaman. Hubungan tandem yang sederhana dari pada sirkit-sirkit dasar tidaklah menjadikan sebuah sirkit interlokal, situasinya tidak sama dengan saluran langganan.

Per-multipleks-an (multiplexing)

Sebuah saluran intelokal yang panjang dalam gawang membutuhkan banyak sirkit dan fasilitas, maka penggunaan pair haruslah effisien. Perbanyakan (multiplexing) terpikir untuk menggunakan sebuah pair lebih ekonomis sebagai saluran (channel) untuk lebih banyak sirkit. Sistem FDM (Frequency Division Multiplex) adalah salah satu jalan multiplexing. Hal itu sama seperti memperlebar jalan satu jurusan guna dapat menampung lalu lintas kendaraan yang lebih banyak. Ini merupakan sebuah sistem untuk membawa sejumlah frekuensi bicara dalam arus pembawa (carrier current) yang frekuensinya lebih besar dari pada frekuensi suara. Sejak meningkatnya kerugian arus saluran dalam frekuensi arus pembawa, maka dipasanglah repeater pada tiap sektor (amplifier dengan transistor) pada jarak tertentu sepanjang saluran guna menghilangkan peredaman tanda-tanda arus pembawa yang berubah.

Jika jumlah sirkit atau saluran yang mengalir dalam sebuah pair meningkat, maka jumlah arus pembawa juga meningkat dan maksimum frekuensi carrier menjadi besar. Repeater haruslah dipasang pada jarak yang lebih pendek lagi guna mengkonpenser kerugian arus saluran yang meningkat pada frekuensi carrier yamg besar. Multiplexing tidak selamanya ekonomis, jika multiplexing yang berlebihan diterapkan dengan tujuan menggunakan saluran secara ekonomis, memerlukan terlalu banyak fasilitas repeater.

Pada prakteknya diterapkan kombinasi yang paling cocok antara sistem perkabelan dan transmisi sesuai panjang saluran transmisi dan jumlah sirkit yang dikehendaki. Jumlah maksimum dari saluran yang tersedia dalam service adalah 10800 darisistem kabel coaxial 60 MHz. Kabel interlokal FEP-P digunakan sebagai kabel interlokal. Konstruksi kabel tersebut adalah sebagai berikut:

  • Konduktor diberi isolasi polyethylene yang berbusa (foamed).
  • Konduktor untuk frekuensi carrier (sistem FDM) diatur lapisan perlapisan ditengah-tengah kabel.
  • Kabel untuk sirkit suara diatur dalam lapisan luar kumpulan pair frekuensi carrier.
  • Keseluruhan pair dibungkus dengan pita aluminium dan kemudian dilapisi polyethylene hitam sebagai kulit.

Kabel coaxial pada umumnya digunakan untuk saluran transmisi super multiplex.

(Gatot Santoso)